Yohanes 14:6 " AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. TIDAK ADA SEORANGPUN DATANG KEPADA BAPA, KALAU TIDAK MELALUI AKU"
BELAJAR MEMAHAMI
Dengan memahami satu ayat ini akan memberikan dampak yang begitu luas bagi kehidupan seseorang, untuk membangun sesuatu kita harus mengerti sesuatu, seorang tukang bangunan yang hendak membangun sebuah bangunan tentu dia telah tahu bayangan apa yang hendak di wujudkanya itu, Dia tentu merencanakanya, mencari tahu dan mengetahui material apa yang di butuhkanya untuk membangun sebuah bangunan yang dia harapkan, sungguh lucu bila kita akan melakukan sesuatu namun sama sekali tidak tahu alasanya untuk apa melakukanya, bila ada orang yang melakukanya seperti itu maka sama halnya dengan orang membangun tanpa dasar yang kuat sehinggga sewaktu-waktu dia akan segera bosan dan meninggalkan begitu saja tanpa menyelesaikanya sampai akhir atau dia akan berhenti melakukanya karena pengaruh dari luar yang begitu cepat mengubah jalan pikiranya, entah itu dari orang lain atau juga karena situasi yang membuatnya berubah pendirian, itulah kenapa seseorang harus benar-benar mengerti apa tujuan yang hendak dia capai, ketika seseorang mengerti akan apa yang hendak dilakukanya dia akan setia untuk terus membangun sampai akhir. dan mari kita pelajari kata-kata Tuhan tersebut:
AKULAH JALAN
Pada suatu hari Pak Tukimin hendak pergi ke suatu tempat, katakanlah tempat itu bernama "Tanah Impian", namun yang menjadi masalah bahwa dia sama sekali tidak tahu jalan menuju kesana, dia buta sama sekali akan tempat itu, dia tidak pernah pergi kesana sebelumnya, belum pernah pula mendengarnya dari orang lain bagaimana dan bentuk tempat itu dan bagaimana isi serta suasananya sama sekali tidak di ketahuinya sehingga dia tidak punya bayangan apapun, namun dia tidak patah arang lalu dia berusaha mencari tahu bagaimana bisa mencapai tempat itu tanpa tersesat nantinya karena dia sudah bertekat akan tujuan yang hendak dicapainya itu, oleh karena satu hal yang dia tahu bahwa tempat itu akan mengubah hidupnya selamanya.
Suatu waktu Pak Tukimin berjalan-jalan di hari yang cerah lalu berjumpa dengan orang yg baru di kenalnya, mereka lalu mengobrol kemudian bertanyalah Pak Tukimin pada Pak Benu :
Pak Tukimin : Apakah Bapak tahu dan pernah mendengar tentang suatu tempat yang bernama "Tanah Impian"?
Pak Benu : Oh ya, tentu saja saya tahu tempat itu, tempat itu indah dan yang tidak pernah kita jumpai selama ini.
Pak Tukimin : Wahhh ini berita baik, berarti Bapak pernah kesana?
Pak Benu : Ohhh kalau tentang itu saya pribadi belum pernah kesana.
Pak Tukimin : Lalu bagaimana Bapak bisa tahu tentang tempat itu bila tidak pernah datang kesana sendiri?
Pak Benu : Saya pernah membaca sebuah buku yang bercerita mengenai tempat itu dan bagaimana cara mencapai tempat itu, selain itu juga ada seseorang yang pernah bercerita kepada saya.
Pak Tukimin : Apa orang yang bercerita pada Bapak itu yang pernah kesana?
Pak Benu : Sepertinya tidak juga.
Pak Tukimin : Kalau tentang buku yang Bapak pernah baca apakah si penulisnya datang dari sana atau pernah datang kesana?
Pak Benu : Saya tidak tahu mengenai hal itu tapi saya sangat percaya pada yang tertulis pada buku itu, apa Bapak ingin pergi kesana? katanya lewat jalan mawar, tapi nanti deh saya akan pinjami Bapak bukunya cara sampai kesana( sambil dia ceritakan panjang lebar isi buku itu untuk meyakinkan Pak Tukimin).
Pak Tukimin : Ohhh iya Bapak terimakasih.
Lalu Pak Tukimin bertanya pada beberapa orang lain dalam beberapa kesempatan tentang hal yang sama dan sampai juga suatu hari dia bertemu dengan seorang anak muda namanya Udin, karena bagi Pak Tukimin tidak masalah tentang usia berapapun asal dapat memberikan informasi yang dia butuhkan dia akan menanyakanya.
Pak Tukimin: Dek kamu pernah dengar tidak tentang "Tanah Impian"?
Udin: Pernah Pak.
Pak Tukimin : Kamu tahu jalan kesana?
Udin : Hehehe masih belum pernah saya tiba disana Pak.
Pak Tukimin: Oalah Dek kirain kamu tahu.
Udin : Tapi aku tahu Pak jalan kesana.
Pak Tukimin: Ohhh ya, bagaimana kamu tahu?
Udin : Ada yang memberi tahu saya, saya pernah membaca sebuah buku yang menceritakan tentang jalan kesana karena yang bersangkutan berasal dari sana, Bapak bisa lewat jalan Harapan, kalau Bapak mau saya akan pinjami bukunya biar Bapak baca sendiri sampai mengerti bagaimana cara kesana.
Pak Tukimin: Tentu saja Dek.
Pak Tukimin ini memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kepada siapa dia akan percaya, apakah kepada Pak Benu atau kepada informasi dari Udin atau kepada orang lain, disini dia hanya mencari informasi yang dapat membuat dia yakin untuk bisa melangkah dengan selamat sampai di tujuan, dia tidak akan mengekor pada orang lain untuk menentukan pilihanya, karena dia sendirilah yang akan menjalaninya, karena bila dia salah jalan bukan orang lain yang akan menanggung resikonya tetapi dirinya sendiri pada akhirnya. Tentu saja jika kita dalam posisi Pak Tukimin manakah yang bisa kita percaya? percaya informasi dari orang yang pernah dari sana ataukah informasi dari cerita orang yang tidak tahu kepastianya.
Pak Tukimin ini memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kepada siapa dia akan percaya, apakah kepada Pak Benu atau kepada informasi dari Udin atau kepada orang lain, disini dia hanya mencari informasi yang dapat membuat dia yakin untuk bisa melangkah dengan selamat sampai di tujuan, dia tidak akan mengekor pada orang lain untuk menentukan pilihanya, karena dia sendirilah yang akan menjalaninya, karena bila dia salah jalan bukan orang lain yang akan menanggung resikonya tetapi dirinya sendiri pada akhirnya. Tentu saja jika kita dalam posisi Pak Tukimin manakah yang bisa kita percaya? percaya informasi dari orang yang pernah dari sana ataukah informasi dari cerita orang yang tidak tahu kepastianya.
Jalan tentunya memiliki nama sebagai identitas yang dapat membedakan jalan satu dengan jalan yang lainya, itu supaya mudah dikenali oleh setiap orang yang akan masuk dan akan melewatinya agar dapat sampai ke tempat tujuan, meskipun orang tidak tahu bagaimana kondisi jalan tersebut, apakah terjal, apakah berbatu, ataukah berlumpur, atau juga tanah aspal, namun jika jalan itu merupakan jalur satu-satunya yang benar tentu orang akan tetap melaluinya demi sampai ke tempat tujuan.
Ketika Yesus mengatakan "Akulah jalan" Dia sedang menyatakan identitas diriNya kepada semua orang, dimana Dia adalah satu-satunya yang datang dari sorga seperti yang Dia katakan "Tidak ada seorangpun yang telah naik kesorga selain dari pada Dia yang turun dari sorga yaitu Anak manusia (yoh3:13)", sehingga sangat layak Dia berkata bahwa diriNya adalah jalan dan hanya Dialah yang bisa menunjukan satu-satunya jalan itu yang bisa membawa orang untuk bisa sampai ke sorga.
AKULAH KEBENARAN
Ketika Pak Tukimin sudah menentukan pilihan informasi dari siapakah yang dia percaya, maka tentunya bukan sekedar dia percaya pada jalan yang di maksut lalu secara otomatis sampai di tempat tujuan, tetapi Pak Tukimin mulai mempelajari bagaimana kondisi jalan itu dan mencari tahu bagaimana cara melewati jalan tersebut melalui buku panduan yang dia dapatkan, semakin dia menguasai dan mengerti berdasarkan dari panduan jalan itu, maka dia semakin tahu bagaimana berjalan di dalamnya tanpa tersesat ataupun celaka karena dia sudah mengetahui dimana ada jalan yang berbahaya dan jalan mana yang harus di pilihnya.
Demikian juga orang yang percaya pada Yesus, juga harus mengenali apa kebenaran itu supaya kita bisa berjalan di dalamnya, karena komponen dari setiap tapak pada jalan Yesus adalah kebenaran itu sendiri, dan Yesus telah berkata :"Jikalau kamu tetap dalam Firmanku,kamu benar-benar adalah muridku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (yoh8:31-32)", oleh karena setiap orang adalah hamba dosa dan dosa akan membawa pada kebinasaan, dengan mengetahui kebenaran dan berjalan di dalamnya maka tentu akan memerdekakan orang dari kebutaanya akan hidup dan mengenal siapa Yesus dan Yesus menyatakan diriNya dalam berbagai macam perumpamaan untuk memperkenalkan DiriNya agar orang-orang dapat mengenal siapakah Dia itu, bahwa semua orang sesungguhnya sangat bergantung nasibnya pada padaNya, kita bisa mengenali Yesus yang adalah kebenaran itu sebagai :
Roti hidup
"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. jikalau seseorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (yoh6:51)".
Disini Yesus tidak benar-benar mengatakan orang harus jadi kanibal dan memakan dagingNya tetapi dalam suatu kesempatan ketika Yesus berhadapan dengan iblis Dia mengatakan "Manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (mat4:4)", dan Yesus adalah Firman Allah (yoh1:1) dan yang dimakan adalah FirmanNya dengan percaya dan hidup olehNya dan di dalamNya. Oleh karena Firman Tuhan adalah kekal dan siapa yang memakanNya dan hidup di dalamNya adalah hidup di dalam kekekalan.
Air sumber hidup
"Barangsiapa percaya kepadaku, seperti yang di katakan kitab suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (yoh7:38)". Oleh karena percaya kepada Tuhan maka percaya pula pada semua ucapanNya, sehingga segala pemikiran orang tersebut didasarkan akan Firman Tuhan yang adalah sumber air hidup dan FirmanNya tersebut menjadi nyata dalam perbuatan orang yang percaya.
Yesus adalah terang dunia
"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup (yoh8:12)".
Seseorang tidak akan bisa berjalan dalam kegelapan, maka akan sama seperti orang buta yang tidak tahu ada lubang di depan langkahnya yang akan bisa membuatnya celaka, demikian Yesus menyatakan diriNya sebagai terang agar orang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak, sehingga orang bisa memilih jalan mana yang baik dan yang tidak mengandung celaka, sebab dengan FirmanNya Dia menyatakan suatu hal benar atau suatu hal itu salah, karena hal yang salah selalu akan melahirkan resiko yang dapat merugikan dan mencelakakan orang tersebut, seperti orang buta jika terperosok karena tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.
Yesus adalah Gembala orang percaya
"Akulah Gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (yoh10:11).
Dalam hal ini Yesus menyatakan diri sebagai Pemilik atas domba-domba yaitu orang percaya, dimana pemilik tidak akan ragu-ragu sekalipun mengorbankan nyawa demi yang dimilikinya, dan juga Yesus menyatakan diri sebagai Pemimpin dan Pemelihara dan Pelindung, dimana Dialah yang memimpin setiap orang dalam kebenaran dan segala jalan hidupnya, domba juga tidak tahu jika ada bahaya atau tidak di sekitarnya tetapi Gembala lah yang mengawasi dan menjaga domba-domba miliknya itu.
Yesus sebagai pokok anggur yang benar
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah Pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah (yoh15:1-2).
Didalam Yesus adalah Firman dan Firman adalah kebenaran dan setiap orang yang melekat menjadi ranting pada pokok anggur yaitu Yesus artinya hidup bergantung pada Firman Yesus lalu berbuah dalam rupa perbuatan nyata sehari-hari, namun ada pula ranting yang melekat pada Yesus tetapi tidak berbuah artinya hidup tidak mencerminkan diri sebagai orang percaya maka akan di potongNya sebab memang tidak seturut dan selaras dengan diri Tuhan, oleh karena itu orang bukan hanya percaya saja bahwa Yesus adalah jalan kebenaran tetapi orang harus hidup mendapatkan asupan makanan Firman dari Yesus lalu berbuah dalam perbuatan.
YESUS ADALAH KEHIDUPAN
Dan akhirnya inilah yang sangat berharga dalam hidup ini yaitu kehidupan itu sendiri, apa gunanya kita memilki apapun dalam hidup ini jika pada akhirnya hanya seperti bunga yang mekar sebentar kemudian layu kering dan menghilang.
Tuhan sangat menghargai kehidupan, jika tidak, mengapa Dia harus susah-susah turun kedunia, kenapa Dia harus susah-susah meyakinkan orang bahwa Dia adalah jalan yang harus di percaya, lalu Dia mengatakan dan mengajar apa itu kebenaran yaitu supaya orang yang mau hidup di dalamNya dapat sampai pada kehidupan yang kekal tidak hanya hidup sementara lalu hilang lenyap begitu saja oleh karena keadilan Tuhan dimana Tuhan menuntut semua orang atas segala perbuatan dan dosanya di hari pengadilan. "Aku berkata kepadamu : sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, Ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya (yoh8:51)". Oleh karena kasih Tuhan, maka Tuhan telah melakukanya, meskipun Tuhan memiliki opsi yang lebih mudah bukan, yaitu melakukanya seperti jaman Nuh, menghapus semua yang hidup dari muka bumi.
Tuhan sesungguhnya mengasihi isi dunia ini ketika Dia mengatakan "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (yoh 14:6)", disini Tuhan tidak sedang bicara ditujukan pada golongan, warna kulit, status sosial, keturunan dsb tapi dengan tegas Dia berkata "TIDAK SEORANGPUN" yang berarti kata-kata Tuhan itu berlaku bagi semua orang di dunia tidak dibatasi apapun dan siapa yang mengasihi Dia adalah dia yang hidup dalam FirmanNya dan siapapun yang mengaku mengasihi dan percaya padaNya namun tidak memberi bukti pada cara hidupnya tidak akan sampai kepada Bapa.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (yoh3:16)", namun sejak semula Tuhan telah memberi kebebasan bagi manusia untuk memilih jalan hidupnya, Dia tidak pernah memaksa manusia harus percaya dan mengikutiNya, karena memang benar bahwa cinta tidak bisa di paksakan, Tuhan mau ketulusan dari hati kita sendiri untuk membalas kasihNya, kalau Dia mau memaksa manusia untuk tunduk secara instan itu sangat mudah sekali bagi Tuhan kalo Dia mau, tinggal saja Dia utus malaikat-malaikatNya tiap minggu atau bulan atau tahun sambil bawa pentungan, bagi siapapun yang tidak menyembah Tuhan di pentung saja oleh malaikat-malaikat itu, mudah bukan, bukankah Dia Penguasa semesta siapa pula yang bisa melawan, sebenarnya Dia bisa melakukan itu tapi tidak dilakukanya bukan. namun siapa yang bisa mengenali kasih Tuhan akan menghargai kasih Tuhan itu dengan mengasihiNya pula dengan tulus dan belajar mengenal Dia sehingga bisa berbuat hal yang menyenangkan hatiNya, sebab Tuhan telah mengasihi dunia ini dengan tulus dan mengajarkanya tentang kasih sayang oleh karena Tuhan itu kasih, hanya dengan kasih dunia ini bisa berjalan dengan damai.
Ketika Yesus mengatakan "Akulah jalan" Dia sedang menyatakan identitas diriNya kepada semua orang, dimana Dia adalah satu-satunya yang datang dari sorga seperti yang Dia katakan "Tidak ada seorangpun yang telah naik kesorga selain dari pada Dia yang turun dari sorga yaitu Anak manusia (yoh3:13)", sehingga sangat layak Dia berkata bahwa diriNya adalah jalan dan hanya Dialah yang bisa menunjukan satu-satunya jalan itu yang bisa membawa orang untuk bisa sampai ke sorga.
AKULAH KEBENARAN
Ketika Pak Tukimin sudah menentukan pilihan informasi dari siapakah yang dia percaya, maka tentunya bukan sekedar dia percaya pada jalan yang di maksut lalu secara otomatis sampai di tempat tujuan, tetapi Pak Tukimin mulai mempelajari bagaimana kondisi jalan itu dan mencari tahu bagaimana cara melewati jalan tersebut melalui buku panduan yang dia dapatkan, semakin dia menguasai dan mengerti berdasarkan dari panduan jalan itu, maka dia semakin tahu bagaimana berjalan di dalamnya tanpa tersesat ataupun celaka karena dia sudah mengetahui dimana ada jalan yang berbahaya dan jalan mana yang harus di pilihnya.
Demikian juga orang yang percaya pada Yesus, juga harus mengenali apa kebenaran itu supaya kita bisa berjalan di dalamnya, karena komponen dari setiap tapak pada jalan Yesus adalah kebenaran itu sendiri, dan Yesus telah berkata :"Jikalau kamu tetap dalam Firmanku,kamu benar-benar adalah muridku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (yoh8:31-32)", oleh karena setiap orang adalah hamba dosa dan dosa akan membawa pada kebinasaan, dengan mengetahui kebenaran dan berjalan di dalamnya maka tentu akan memerdekakan orang dari kebutaanya akan hidup dan mengenal siapa Yesus dan Yesus menyatakan diriNya dalam berbagai macam perumpamaan untuk memperkenalkan DiriNya agar orang-orang dapat mengenal siapakah Dia itu, bahwa semua orang sesungguhnya sangat bergantung nasibnya pada padaNya, kita bisa mengenali Yesus yang adalah kebenaran itu sebagai :
Roti hidup
"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. jikalau seseorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (yoh6:51)".
Disini Yesus tidak benar-benar mengatakan orang harus jadi kanibal dan memakan dagingNya tetapi dalam suatu kesempatan ketika Yesus berhadapan dengan iblis Dia mengatakan "Manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (mat4:4)", dan Yesus adalah Firman Allah (yoh1:1) dan yang dimakan adalah FirmanNya dengan percaya dan hidup olehNya dan di dalamNya. Oleh karena Firman Tuhan adalah kekal dan siapa yang memakanNya dan hidup di dalamNya adalah hidup di dalam kekekalan.
Air sumber hidup
"Barangsiapa percaya kepadaku, seperti yang di katakan kitab suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (yoh7:38)". Oleh karena percaya kepada Tuhan maka percaya pula pada semua ucapanNya, sehingga segala pemikiran orang tersebut didasarkan akan Firman Tuhan yang adalah sumber air hidup dan FirmanNya tersebut menjadi nyata dalam perbuatan orang yang percaya.
Yesus adalah terang dunia
"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup (yoh8:12)".
Seseorang tidak akan bisa berjalan dalam kegelapan, maka akan sama seperti orang buta yang tidak tahu ada lubang di depan langkahnya yang akan bisa membuatnya celaka, demikian Yesus menyatakan diriNya sebagai terang agar orang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak, sehingga orang bisa memilih jalan mana yang baik dan yang tidak mengandung celaka, sebab dengan FirmanNya Dia menyatakan suatu hal benar atau suatu hal itu salah, karena hal yang salah selalu akan melahirkan resiko yang dapat merugikan dan mencelakakan orang tersebut, seperti orang buta jika terperosok karena tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.
Yesus adalah Gembala orang percaya
"Akulah Gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (yoh10:11).
Dalam hal ini Yesus menyatakan diri sebagai Pemilik atas domba-domba yaitu orang percaya, dimana pemilik tidak akan ragu-ragu sekalipun mengorbankan nyawa demi yang dimilikinya, dan juga Yesus menyatakan diri sebagai Pemimpin dan Pemelihara dan Pelindung, dimana Dialah yang memimpin setiap orang dalam kebenaran dan segala jalan hidupnya, domba juga tidak tahu jika ada bahaya atau tidak di sekitarnya tetapi Gembala lah yang mengawasi dan menjaga domba-domba miliknya itu.
Yesus sebagai pokok anggur yang benar
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah Pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah (yoh15:1-2).
Didalam Yesus adalah Firman dan Firman adalah kebenaran dan setiap orang yang melekat menjadi ranting pada pokok anggur yaitu Yesus artinya hidup bergantung pada Firman Yesus lalu berbuah dalam rupa perbuatan nyata sehari-hari, namun ada pula ranting yang melekat pada Yesus tetapi tidak berbuah artinya hidup tidak mencerminkan diri sebagai orang percaya maka akan di potongNya sebab memang tidak seturut dan selaras dengan diri Tuhan, oleh karena itu orang bukan hanya percaya saja bahwa Yesus adalah jalan kebenaran tetapi orang harus hidup mendapatkan asupan makanan Firman dari Yesus lalu berbuah dalam perbuatan.
YESUS ADALAH KEHIDUPAN
Dan akhirnya inilah yang sangat berharga dalam hidup ini yaitu kehidupan itu sendiri, apa gunanya kita memilki apapun dalam hidup ini jika pada akhirnya hanya seperti bunga yang mekar sebentar kemudian layu kering dan menghilang.
Tuhan sangat menghargai kehidupan, jika tidak, mengapa Dia harus susah-susah turun kedunia, kenapa Dia harus susah-susah meyakinkan orang bahwa Dia adalah jalan yang harus di percaya, lalu Dia mengatakan dan mengajar apa itu kebenaran yaitu supaya orang yang mau hidup di dalamNya dapat sampai pada kehidupan yang kekal tidak hanya hidup sementara lalu hilang lenyap begitu saja oleh karena keadilan Tuhan dimana Tuhan menuntut semua orang atas segala perbuatan dan dosanya di hari pengadilan. "Aku berkata kepadamu : sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, Ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya (yoh8:51)". Oleh karena kasih Tuhan, maka Tuhan telah melakukanya, meskipun Tuhan memiliki opsi yang lebih mudah bukan, yaitu melakukanya seperti jaman Nuh, menghapus semua yang hidup dari muka bumi.
Tuhan sesungguhnya mengasihi isi dunia ini ketika Dia mengatakan "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (yoh 14:6)", disini Tuhan tidak sedang bicara ditujukan pada golongan, warna kulit, status sosial, keturunan dsb tapi dengan tegas Dia berkata "TIDAK SEORANGPUN" yang berarti kata-kata Tuhan itu berlaku bagi semua orang di dunia tidak dibatasi apapun dan siapa yang mengasihi Dia adalah dia yang hidup dalam FirmanNya dan siapapun yang mengaku mengasihi dan percaya padaNya namun tidak memberi bukti pada cara hidupnya tidak akan sampai kepada Bapa.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (yoh3:16)", namun sejak semula Tuhan telah memberi kebebasan bagi manusia untuk memilih jalan hidupnya, Dia tidak pernah memaksa manusia harus percaya dan mengikutiNya, karena memang benar bahwa cinta tidak bisa di paksakan, Tuhan mau ketulusan dari hati kita sendiri untuk membalas kasihNya, kalau Dia mau memaksa manusia untuk tunduk secara instan itu sangat mudah sekali bagi Tuhan kalo Dia mau, tinggal saja Dia utus malaikat-malaikatNya tiap minggu atau bulan atau tahun sambil bawa pentungan, bagi siapapun yang tidak menyembah Tuhan di pentung saja oleh malaikat-malaikat itu, mudah bukan, bukankah Dia Penguasa semesta siapa pula yang bisa melawan, sebenarnya Dia bisa melakukan itu tapi tidak dilakukanya bukan. namun siapa yang bisa mengenali kasih Tuhan akan menghargai kasih Tuhan itu dengan mengasihiNya pula dengan tulus dan belajar mengenal Dia sehingga bisa berbuat hal yang menyenangkan hatiNya, sebab Tuhan telah mengasihi dunia ini dengan tulus dan mengajarkanya tentang kasih sayang oleh karena Tuhan itu kasih, hanya dengan kasih dunia ini bisa berjalan dengan damai.

Komentar
Posting Komentar