Pengertian
Tak kenal maka tak sayang dan tak sadar maka tak melakukan, karena setiap orang berbuat berdasarkan apa yang mereka pahami. Saya punya suatu cerita : Pada suatu hari di saat cuaca yang panas datanglah seorang asing dari perjalanan yang jauh, karena cuaca yang panas itu dia beristirahat singgah di suatu tempat dan kemudian berusaha mencari air untuk bisa diminum, lalu dia melihat ada sebuah botol di dekatnya yang berisi air yang menggiurkan karena kelihatanya begitu segar jikalau diminum, tanpa basa-basi dia mengambilnya lalu meminumnya, lalu tak lama kemudian dia mati, lho kenapa bisa meninggal? ternyata di minumnya adalah air racun. Salah siapakah disini? tentu saja racun tetaplah racun, tidak ada gunanya jikalau berdebat dengan si racun dengan berharap dia kalah debat lalu dia tiba-tiba menjadi tidak berbahaya jika di minum, namun siapapun yang meminum si racun yang satu ini pasti akan mati. jadi hanya ada dua pilihan untuk menghadapi si racun ini yaitu meminumnya untuk mati atau tidak meminumnya. Lalu bagaimana dengan orang asing ini, apakah memang dia ingin mati? tentu saja dia tidak pernah ingin mati konyol tetapi karena ketidak tahuanya dia meminum cairan yang dikiranya air itu lalu mati. Demikian juga hidup setiap orang, orang berbuat dalam hidupnya berdasarkan apa yang di pahaminya dan sejauh yang di ketahuinya, jikalau seseorang sadar dan mengerti bahwa yang di perbuatnya akan mendapatkan resiko yang mencelakakan dirinya tentu saja sebelum berbuat orang akan berpikir beribu kali bukan. Begitulah mengapa kita perlu tahu dan mengenali mana yang betul-betul air untuk di minum yaitu kebenaran dan mana yang air namun adalah racun yaitu segala perbuatan yang tidak benar yang kita perbuat yang ujungnya akan membawa kita pada kebinasaan.
Alasan untuk hidup jujur atau tidak
Kita kembali lagi pada satu kata ini yaitu "JUJUR", apakah jujur itu? kita sudah pasti tahu apa itu jujur yaitu kita melakukan sebagaimana adanya, arti yang cukup sederhana bukan, namun sebenarnya tak sesederhana itu, karena tidak semua orang benar-benar mau hidup dan selalu melakukanya bukan.
Ada beberapa alasan yang mungkin dapat kita jumpai mengapa seseorang tidak mau jujur dalam hidupnya:
- Merasa terancam
- Menutupi kekurangan/Tidak percaya diri
- Alasan melindungi orang lain supaya tidak dicelakai
- Mencari keuntungan pribadi dari orang lain
- Takut
- Merasa terdesak
- Mencari muka
- Kurang memiliki rasa empati terhadap orang lain
- dsb
Kita bisa membuat daftar yang lebih panjang lagi jikalau kita mau dari apa yang pernah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan kita sendiri mungkin pernah melakukanya juga. Ada begitu banyak alasan seseorang untuk hidup tidak jujur bukan, namun perlu kita tahu bahwa hanya perlu ada satu alasan bagi seseorang mengapa dia memutuskan untuk hidup jujur yaitu "INGIN UNTUK HIDUP BENAR", ketika kita ingin hidup benar maka pikiran kitapun akan merespon dan menyesuaikan diri dengan keinginan kita itu, ketika kita di perhadapkan pada situasi dimana kita di haruskan untuk segera mengambil keputusan bahwa kita akan jujur atau tidak, maka "keinginan hidup benar" itu akan merespon dan berkata dalam hati kita untuk memberi alasan-alasan yang meyakinkan kita bahwa kita harus jujur, namun semua juga akan kembali lagi pada diri kita untuk mengambil keputusan itu atau tidak, namun semakin besar keinginan kita akan sesuatu maka semakin kuat pula dia meneguhkan hati kita.
Saat kita bicara tentang kejujuran apakah yang ada dalam benak kita saat itu? mungkin banyak dari kita mengartikanya bahwa jujur itu dalam rupa ucapan yang kita katakan sesuai fakta, apakah itu salah? tentu saja itu benar, tetapi sesungguhnya jujur bukan hanya sebatas tentang ucapan yang mewakili perasaan dan pikiran kita tetapi jujur itu juga mengarah pada segala perbuatan yang kita lakukan sehari-hari, apakah yang kita perbuat itu sesuai dengan ucapan yang kita telah keluarkan itu sebelumnya atau apakah sudah sesuai dengan segala aturan dan norma serta hukum dimana kita berada, apakah sudah sesuai dengan Firman Tuhan yang adalah kebenaran itu? tentu yang menjawab hal itu adalah diri kita sendiri, sebab yang paling mengenal siapa kita adalah diri kita sendiri dan Dia yang telah menciptakan kita.
Kejujuran sebagai buah dari kebenaran
Seperti yang kita tahu bahwa kejujuran adalah buah dari kebenaran. Oleh karena keinginan untuk hidup jujur itu tidak tiba-tiba muncul bukan, tetapi oleh karena keinginan untuk hidup benar lalu keinginan itu membuahkan kejujuran, dan siapapun yang tidak punya keinginan hidup benar maka kapanpun hati akan bisa dan mudah berubah oleh karena situasi tertentu. Lalu mengapa kita mengingini kebenaran? yaitu karena kita sadar bahwa kebenaran itu yang menyelamatkan hidup dan di dalam kebenaran ada kejujuran, siapa yang jujur dalam jalanya maka Tuhan akan berkenan dan tentu juga sesama kita bahagia di dekat orang yang jujur dalam segala perkataan dan perbuatanya dapat dipercaya. Demikian Firman Tuhan menyatakan janjiNya terhadap orang yang memegang kejujuran dalam jalan hidupnya :
Kejujuran sebagai buah dari kebenaran
Seperti yang kita tahu bahwa kejujuran adalah buah dari kebenaran. Oleh karena keinginan untuk hidup jujur itu tidak tiba-tiba muncul bukan, tetapi oleh karena keinginan untuk hidup benar lalu keinginan itu membuahkan kejujuran, dan siapapun yang tidak punya keinginan hidup benar maka kapanpun hati akan bisa dan mudah berubah oleh karena situasi tertentu. Lalu mengapa kita mengingini kebenaran? yaitu karena kita sadar bahwa kebenaran itu yang menyelamatkan hidup dan di dalam kebenaran ada kejujuran, siapa yang jujur dalam jalanya maka Tuhan akan berkenan dan tentu juga sesama kita bahagia di dekat orang yang jujur dalam segala perkataan dan perbuatanya dapat dipercaya. Demikian Firman Tuhan menyatakan janjiNya terhadap orang yang memegang kejujuran dalam jalan hidupnya :
Mazmur 50:23 "Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.".
Janji Tuhan adalah janji yang murni, sebab Dia bukan manusia yang terkadang tidak jujur jalanya, mengapa Tuhan menyukai orang yang jujur? tentu karena karakter Tuhan sendiri adalah Pribadi yang lurus, jujur dan tidak akan berdusta, selalu menepati janjiNya, meskipun Dia sendiri bisa melanggarnya segala aturan yang dibuatNya tetapi Dia tidak akan melakukanNya karena Dia jauh lebih mengerti segala dampak baik dan buruk segala tindakan yang diambil, sebab daripadaNya sumber segala hikmat dan pengetahuan dan pengertian. Dia tahu arti apa yang baik dan yang tidak, dan Dia memutuskan untuk memilih yang baik, karena itulah dunia ini dapat berjalan dengan baik pada tempatnya karena Tuhan itu baik. coba bayangkan bila Tuhan itu tidak jujur, apa yang terjadi dengan penduduk dunia, Dia menjanjikan keselamatan bagi manusia namun manusia tetap di binasakan karena bosan melihatnya, wah celakalah kita jika Tuhan memiliki karakter yang seperti manusia yang tidak jujur. Setidaknya jadikanlah satu ayat itu menjadi alasan kita untuk mau hidup benar dan hidup jujur.
HAL YANG HARUS DIPERBUAT
Setelah kita memiliki kesadaran untuk ingin hidup benar maka keinginan itu perlu kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari kita, karena memuliakan Tuhan itu adalah dengan cara hidup kita yang selaras dengan hatiNya, dimana orang pada umumnya menyebut sebagai hidup benar. Bukankah suatu hal menjadi bernilai jikalau kita mengaplikasikanya, berlian memang berharga namun jika berlian itu tetap ada di dalam tanah maka bagaimana dia bisa memiliki nilai dan di sebut berharga, tetapi setelah berlian itu ditemukan orang dan di proses dan jadi perhiasan sungguh dia akan benar-benar bernilai bagi orang yang menghargainya. Lalu apakah yang harus kita perbuat sekarang untuk belajar hidup jujur itu?
Miliki prinsip hidup
Prinsip hidup adalah hal yang kita percaya dimana kita berpegang kuat padanya, karena setiap orang sebelum berbuat sesuatu tentu memiliki dasar pemikiran yang menjadi batu penjuru dan sumber dari segala pemikiranya. Seperti halnya kehidupan ini bagaikan kita sedang ada dalam aliran arus air yang deras dimana kita berpegang pada satu pegangan yang kuat, selama kita tetap kuat berpegangan padanya maka kita tidak akan bisa turut hanyut karena arus air kehidupan dunia yang deras itu. Prinsip itu adalah "PERCAYA AKAN TUHAN DENGAN SEGALA JANJINYA". Oleh karena percaya kepada Tuhan maka segala pikiran akan di dasarkan pada jalan pikiranNya yang di tempatkanNya dalam hati kita, sehingga kita tahu mana yang baik yang harus dilakukan dan mana yang tidak, sehingga keinginan untuk selalu jujur akan tertanam dalam hati kita. Dan sekuat apakah pendirian kita maka bergantung sekuat apakah kita berpegang pada prinsip hidup kita yang ada dalam hati masing-masing dari kita, sebab prinsip hidup itu akan menjadi dasar pondasi kehidupan kita.
Kenali kehendak Tuhan
Kehendak Tuhan itu adalah kebenaran, dinyatakan sebagai kebenaran oleh karena faktanya memang demikian, sama seperti racun tadi dimana kebenaranya adalah dia mematikan dan jangan di minum, itulah maksutnya jika Tuhan mengajarkan kebenaran supaya dari kita bisa tahu dampak baik dan buruk dari apa yang akan kita perbuat. Dengan mengetahui akan dampak baik dan buruk akan suatu hal maka kita dapat memutuskan segala tindakan dengan tepat termasuk kenapa harus jujur. Jikalau kita dapat mengerti apa arti dari kebenaran Tuhan maka kita akan berbuat tanpa rasa berat hati bahkan dengan kerelaan hati, bahkan suatu yang semestinya untuk dilakukan.
Jujur dalam segala perkataan
Setelah kita mengerti akan kebenaran maka kita mulai praktek yaitu mengeluarkan apa yang ada dalam hati kita, yaitu awali bicara sesuai dengan fakta dan yang di dasarkan pada kebenaran yang kita pelajari dari Firman Tuhan. Contohnya jika Tuhan mengajari kita tentang kerendahan hati, maka kita harus bicara dengan sopan, tidak menghina, merendahkan hati dan tidak merendahkan orang lain, tidak bicara bernada menyerang, tidak bicara dusta, bernada menghargai diri sendiri dan orang lain, sekalipun orang lain menyerang dengan ucapan kepada kita tetapi oleh karena Tuhan mengajarkan jika di tampar salah satu pipi kita maka berikan pipi yang lain, maksutnya supaya kita tidak membalas yang tidak baik dengan yang tidak baik juga, sehingga membuat kita keluar dari kebenaran, tetapi Tuhan ingin kita tetap ada dalam jalan keselamatan yaitu di dalam kebenaran. Maka dengan bicara jujur sebagaimana diajarkan Tuhan tentang kerendahan hati maka ucapan-ucapan yang keluar dari bibir adalah cerminan dari isi hati kita.
Jujur dalam segala tindakan / perbuatan
Jujur dalam hal ini adalah karena kita memiliki rasa tanggungjawab moral akan suatu hal bahwa yang kita perbuat terhadap orang lain sama dengan kita berbuat kepada Tuhan, maksutnya disini kita tetap hidup dalam kebenaran, jujur, tidak menipu orang lain dengan sikap atau perbuatan yang curang yang mengambil keuntungan sepihak, jadi disini kita tidak hanya berbuat baik kepada orang lain namun juga berbuat kasih kepada Tuhan karena menuruti kehendakNya untuk tetap berbuat baik, sehingga kita memiliki kesadaran dan kerelaan hati untuk melakukanya dan mematuhinya dengan tulus, misalnya ketika kita diberikan tanggungjawab atas suatu pekerjaan, maka kita berbuat seperti yang di harapkan dan menyelesaikanya sebaik mungkin. Perbuatan-perbuatan yang jujur dapat di pengaruhi oleh karena yang bersangkutan selalu berkata jujur, sehingga segala perbuatanya pun mengikuti perkataanya dan perkataanya mengikuti hatinya dan hatinya mengikuti Firman Tuhan dan akhirnya Tuhanlah yang mengajari tentang kejujuran dan jalan hidup lurus yang membawa pada keselamatan.
Lagi pula bila kita berbuat yang baik maka tidak perlu takut lagi untuk menunjukan diri apa adanya, namun orang yang tidak memiliki motivasi hidup benar akan selalu menutupi dirinya dengan ketidakjujuran, sebagaimana perkataan Tuhan :
Yohanes 3:20-21 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah".
Namun jikalau ada seseorang yang bicara hal yang baik tetapi dirinya sendiri tidak berbuat maka sama halnya dengan menipu dirinya sendiri, orang lain makan makanan yang dia beri dan kenyang sedangkan dia sendiri tidak memakanya dan kelaparan, bukankah itu merugi, bukankah Tuhan membenarkan orang yang berbuat bukan hanya pintar berkata-kata.
Berkata bohong / berbuat yang salah untuk kebaikan, bolehkah? di dalam Tuhan hanya ada dua hal yaitu benar dan salah, yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar, yang salah tidak akan pernah jadi benar dan sebaliknya pula. Jadi lupakanlah perdebatan untuk mencari pembenaran karena itu sama sekali tidak akan mengubah keadaan. Kiranya kita selalu bersandar kepada Tuhan dan di karuniakan olehNya hikmat yang tepat untuk dapat menghadapi persoalan dengan tepat pula tanpa harus keluar dari kebenaran, dan kiranya kita selalu berjaga-jaga dalam doa agar kita dihindarkan dari situasi yang dapat mencobai kita untuk hidup tidak jujur.
Mazmur 32:2 (TB) "Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!"
Janji Tuhan adalah janji yang murni, sebab Dia bukan manusia yang terkadang tidak jujur jalanya, mengapa Tuhan menyukai orang yang jujur? tentu karena karakter Tuhan sendiri adalah Pribadi yang lurus, jujur dan tidak akan berdusta, selalu menepati janjiNya, meskipun Dia sendiri bisa melanggarnya segala aturan yang dibuatNya tetapi Dia tidak akan melakukanNya karena Dia jauh lebih mengerti segala dampak baik dan buruk segala tindakan yang diambil, sebab daripadaNya sumber segala hikmat dan pengetahuan dan pengertian. Dia tahu arti apa yang baik dan yang tidak, dan Dia memutuskan untuk memilih yang baik, karena itulah dunia ini dapat berjalan dengan baik pada tempatnya karena Tuhan itu baik. coba bayangkan bila Tuhan itu tidak jujur, apa yang terjadi dengan penduduk dunia, Dia menjanjikan keselamatan bagi manusia namun manusia tetap di binasakan karena bosan melihatnya, wah celakalah kita jika Tuhan memiliki karakter yang seperti manusia yang tidak jujur. Setidaknya jadikanlah satu ayat itu menjadi alasan kita untuk mau hidup benar dan hidup jujur.
HAL YANG HARUS DIPERBUAT
Setelah kita memiliki kesadaran untuk ingin hidup benar maka keinginan itu perlu kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari kita, karena memuliakan Tuhan itu adalah dengan cara hidup kita yang selaras dengan hatiNya, dimana orang pada umumnya menyebut sebagai hidup benar. Bukankah suatu hal menjadi bernilai jikalau kita mengaplikasikanya, berlian memang berharga namun jika berlian itu tetap ada di dalam tanah maka bagaimana dia bisa memiliki nilai dan di sebut berharga, tetapi setelah berlian itu ditemukan orang dan di proses dan jadi perhiasan sungguh dia akan benar-benar bernilai bagi orang yang menghargainya. Lalu apakah yang harus kita perbuat sekarang untuk belajar hidup jujur itu?
Miliki prinsip hidup
Prinsip hidup adalah hal yang kita percaya dimana kita berpegang kuat padanya, karena setiap orang sebelum berbuat sesuatu tentu memiliki dasar pemikiran yang menjadi batu penjuru dan sumber dari segala pemikiranya. Seperti halnya kehidupan ini bagaikan kita sedang ada dalam aliran arus air yang deras dimana kita berpegang pada satu pegangan yang kuat, selama kita tetap kuat berpegangan padanya maka kita tidak akan bisa turut hanyut karena arus air kehidupan dunia yang deras itu. Prinsip itu adalah "PERCAYA AKAN TUHAN DENGAN SEGALA JANJINYA". Oleh karena percaya kepada Tuhan maka segala pikiran akan di dasarkan pada jalan pikiranNya yang di tempatkanNya dalam hati kita, sehingga kita tahu mana yang baik yang harus dilakukan dan mana yang tidak, sehingga keinginan untuk selalu jujur akan tertanam dalam hati kita. Dan sekuat apakah pendirian kita maka bergantung sekuat apakah kita berpegang pada prinsip hidup kita yang ada dalam hati masing-masing dari kita, sebab prinsip hidup itu akan menjadi dasar pondasi kehidupan kita.
Kenali kehendak Tuhan
Kehendak Tuhan itu adalah kebenaran, dinyatakan sebagai kebenaran oleh karena faktanya memang demikian, sama seperti racun tadi dimana kebenaranya adalah dia mematikan dan jangan di minum, itulah maksutnya jika Tuhan mengajarkan kebenaran supaya dari kita bisa tahu dampak baik dan buruk dari apa yang akan kita perbuat. Dengan mengetahui akan dampak baik dan buruk akan suatu hal maka kita dapat memutuskan segala tindakan dengan tepat termasuk kenapa harus jujur. Jikalau kita dapat mengerti apa arti dari kebenaran Tuhan maka kita akan berbuat tanpa rasa berat hati bahkan dengan kerelaan hati, bahkan suatu yang semestinya untuk dilakukan.
Jujur dalam segala perkataan
Setelah kita mengerti akan kebenaran maka kita mulai praktek yaitu mengeluarkan apa yang ada dalam hati kita, yaitu awali bicara sesuai dengan fakta dan yang di dasarkan pada kebenaran yang kita pelajari dari Firman Tuhan. Contohnya jika Tuhan mengajari kita tentang kerendahan hati, maka kita harus bicara dengan sopan, tidak menghina, merendahkan hati dan tidak merendahkan orang lain, tidak bicara bernada menyerang, tidak bicara dusta, bernada menghargai diri sendiri dan orang lain, sekalipun orang lain menyerang dengan ucapan kepada kita tetapi oleh karena Tuhan mengajarkan jika di tampar salah satu pipi kita maka berikan pipi yang lain, maksutnya supaya kita tidak membalas yang tidak baik dengan yang tidak baik juga, sehingga membuat kita keluar dari kebenaran, tetapi Tuhan ingin kita tetap ada dalam jalan keselamatan yaitu di dalam kebenaran. Maka dengan bicara jujur sebagaimana diajarkan Tuhan tentang kerendahan hati maka ucapan-ucapan yang keluar dari bibir adalah cerminan dari isi hati kita.
Jujur dalam segala tindakan / perbuatan
Jujur dalam hal ini adalah karena kita memiliki rasa tanggungjawab moral akan suatu hal bahwa yang kita perbuat terhadap orang lain sama dengan kita berbuat kepada Tuhan, maksutnya disini kita tetap hidup dalam kebenaran, jujur, tidak menipu orang lain dengan sikap atau perbuatan yang curang yang mengambil keuntungan sepihak, jadi disini kita tidak hanya berbuat baik kepada orang lain namun juga berbuat kasih kepada Tuhan karena menuruti kehendakNya untuk tetap berbuat baik, sehingga kita memiliki kesadaran dan kerelaan hati untuk melakukanya dan mematuhinya dengan tulus, misalnya ketika kita diberikan tanggungjawab atas suatu pekerjaan, maka kita berbuat seperti yang di harapkan dan menyelesaikanya sebaik mungkin. Perbuatan-perbuatan yang jujur dapat di pengaruhi oleh karena yang bersangkutan selalu berkata jujur, sehingga segala perbuatanya pun mengikuti perkataanya dan perkataanya mengikuti hatinya dan hatinya mengikuti Firman Tuhan dan akhirnya Tuhanlah yang mengajari tentang kejujuran dan jalan hidup lurus yang membawa pada keselamatan.
Lagi pula bila kita berbuat yang baik maka tidak perlu takut lagi untuk menunjukan diri apa adanya, namun orang yang tidak memiliki motivasi hidup benar akan selalu menutupi dirinya dengan ketidakjujuran, sebagaimana perkataan Tuhan :
Yohanes 3:20-21 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah".
Namun jikalau ada seseorang yang bicara hal yang baik tetapi dirinya sendiri tidak berbuat maka sama halnya dengan menipu dirinya sendiri, orang lain makan makanan yang dia beri dan kenyang sedangkan dia sendiri tidak memakanya dan kelaparan, bukankah itu merugi, bukankah Tuhan membenarkan orang yang berbuat bukan hanya pintar berkata-kata.
Berkata bohong / berbuat yang salah untuk kebaikan, bolehkah? di dalam Tuhan hanya ada dua hal yaitu benar dan salah, yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar, yang salah tidak akan pernah jadi benar dan sebaliknya pula. Jadi lupakanlah perdebatan untuk mencari pembenaran karena itu sama sekali tidak akan mengubah keadaan. Kiranya kita selalu bersandar kepada Tuhan dan di karuniakan olehNya hikmat yang tepat untuk dapat menghadapi persoalan dengan tepat pula tanpa harus keluar dari kebenaran, dan kiranya kita selalu berjaga-jaga dalam doa agar kita dihindarkan dari situasi yang dapat mencobai kita untuk hidup tidak jujur.
Mazmur 32:2 (TB) "Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!"

Komentar
Posting Komentar