Langsung ke konten utama

BERDOA DENGAN BAIK KEPADA TUHAN



Komunikasi adalah suatu proses saling bertukar informasi antara satu orang dengan orang yang lain, hal ini yang selalu kita lakukan sehari-hari untuk berinteraksi dengan orang lain, entah itu komunikasi satu arah seperti halnya yang saya lakukan saat ini yaitu melalui tulisan ataupun  komunikasi dua arah dimana seseorang saling bertemu secara fisik ataupun tidak, karena saat ini jaman sudah tidak seperti dulu dimana sekarang jarak bukan lagi masalah bagi orang untuk bisa berkomunikasi sebab internet telah membuat orang-orang di dunia ini dapat saling terhubung.

Tentu diantara kita memiliki orang-orang yang kita kasihi dalam hidup kita bukan?, entah itu orang tua, anak, istri dsb.
ketika kita mengasihi seseorang kita akan selalu melakukan komunikasi denganya, dan tentunya jikalau dalam waktu beberapa lama tidak berkomunikasi rasanya akan terasa ada yang kurang dalam hari-hari kita. Lalu apakah yang bisa membuat hal itu terjadi? mungkin kita bisa membuat daftar alasan sederhana untuk hal itu :

Kita memiliki kasih yang lebih terhadapnya  : Kasih menjadi motivasi tersendiri ketika kita akan melakukan sesuatu, tanpa motivasi apa yang kita lakukan hanya akan terasa garing dan komunikasi hanya menjadi sekedarnya.

Kita merasa nyaman : Ada perasaan nyaman jikalau kita sedang bersama yang kita kasihi, sehingga keinginan menjalin komunikasi akan terus ada. Jikalau kita tidak merasa nyaman berbicara dengan seseorang tentu sekalipun orang itu tidak berbuat hal yang jahat kepada kita, kita tetap saja tidak akan terasa nyaman untuk berbicara atau walaupun sekedar ngobrol sekenanya , mungkin ada hal yang kita tidak sukai darinya yang membuat hati kita tidak pas rasanya.

Ada keselarasan hati : Diantara orang yang berkomunikasi di perlukan keselarasan hati, jikalau seseorang tidak memiliki arah pikiran yang sama maka akan selalu muncul banyak pertentangan dengan orang lain, jika timbul banyak pertentangan maka kita sudah tahu apa yang akan terjadi, yaitu percikan-percikan konflik yang dalam jangka waktu lama akan menjadi api yang membakar hubungan itu sendiri, sehingga pada akhirnya memutus sama sekali komunikasi tersebut.

Ada rasa saling memberi di dalamnya : Saling memberi disini tidak selalu diartikan pada hal yang materi tetapi saling memberi dalam hal perasaan, waktu, nasehat dengan memberi support, saling menghargai, saling percaya dan menghormati dsb, hal-hal demikian sudah cukup memberikan rasa nyaman dimana orang merasa diterima, ketika seseorang merasa di terima maka orang tersebut pasti akan melakukan hal yang sama terhadap orang yang menerimanya, sehingga akan membangun keakraban hidup bersama sehingga terbangun komunikasi yang baik.
Komunikasi yang intens memang lebih banyak kita lakukan dengan orang yang kita kasihi, dan kasih itu timbul tentunya karena memiliki kesamaan arah pemikiran dan perasaan, meskipun tidak sama mutlak demikian dan ada kalanya berbeda pendapat, namun dengan komunikasi yang saling mengerti akan menyatukan hati kembali.

Ketika kita bicara / berkomunikasi dengan sesama kita maka kita menyebutnya sebagai bercakap-cakap, mengobrol dsb, dan merupakan hal yang biasa karena memang kita melakukanya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak merasa itu merupakan hal yang asing atau tabu untuk di lakukan, namun saat kita bicara dengan Tuhan kita menyebutnya berbeda yaitu sebagai "berdoa", namun intinya tetap sama yaitu menjalin komunikasi.

Bagaimanakah cara Tuhan berkomunikasi dengan kita? Tentu Tuhan berkomunikasi dengan kita juga tidak jauh beda seperti yang kita temukan dan lakukan sehari-hari yaitu komunikasi satu arah atau dua arah, sesuai kebutuhan saja dan atas kehendakNya sendiri. Seperti apakah komunikasi di dalam Tuhan itu :

Komunikasi satu arah : Jikalau kita manusia bisa bicara satu arah melalui tulisan atau media elektronik dsb untuk bisa menyampaikan pesanya kepada banyak orang lalu di mengerti orang yang melihat atau membacanya, maka Tuhan tentu juga bisa melakukanya bahkan bisa lebih dari pada itu, Ada banyak cara Tuhan untuk bisa bicara kepada kita, kalau manusia bisa menulis di kertas maka Dia bisa menulis melalui goresan tintaNya yang nampak pada tanda-tanda alam di langit, di bumi, atau kejadian tertentu sebagai peringatan bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menyampaikan pesan PribadiNya kepada kita secara keseluruhan atau kepada kita secara pribadi, karena Tuhan itu Agung dan yang memiliki semesta ini, seperti kata FirmanNya :"Yesaya 66:1-2 (TB)  Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi?". Tuhan juga bisa bicara melalui tulisan hal ini dapat kita jumpai disaat Tuhan bicara melalui kitab suci, dimana kita membacanya dan akhirnya kita menemukan banyak informasi mengenai Dia, apa yang Dia senangi dan apa yang tidak, dan bagaimanakah karakterNya dan sehingga kita bisa tahu bagaimanakah seharusnya bersikap yang benar kepadaNya, dan kita juga mengetahui siapakah Dia terhadap kita dan terhadap alam semesta yang ada ini, dan juga kita menemui dan mengenali siapakah kita sendiri di tengah- tengah kehidupan ini, itu karena Tuhan berkenan menjelaskan hal itu semua melalui buku panduanNya itu, dengan Dia bicara satu arah tersebut membuat kita memiliki waktu untuk merenunginya sehingga memahaminya.

Komunikasi dua arah : Kitab suci itu adalah seperti yang kita tahu yaitu kitab yang di ilhamkam dari Roh Tuhan untuk di tuliskan supaya Dia dapat dikenali dan manusia juga dapat belajar memiliki pengertian dari dalamya mengenai apa yang benar  dan Dia memakai orang-orang yang Dia pilih untuk melakukanNya, tetapi tulisan-tulisan itu hanyalah sekedar menjadi rangkaian kata-kata biasa yang tidak ada bedanya dengan buku-buku yang lain yang tertata di rak buku, bila tanpa ada tuntunan Roh Tuhan yang mengungkap kebenaranya maka tulisan-tulisan itu tentu tidak dapat benar-benar di mengerti oleh orang atau malah orang akan salah mengartikanya dan bahkan bisa juga sengaja dijadikan pembenaran atas tindakanya sendiri yang seolah-olah di dukung oleh Tuhan padahal ternyata salah, itulah kenapa ketika Tuhan bicara melalui komunikasi satu arah yaitu melalui kitab suci dan kitab suci itu mutlak kemudian memerlukan komunikasi dua arah dari kehadiran hati Tuhan kedalam hati kita untuk benar-benar dapat dimengerti maksutnya.
Seseorang ketika menerima informasi melalui tulisan atau media apapun, mereka akan dapat menilai dan menghasilkan perspektif yang berbeda terhadap suatu objek dan tentunya perspektif itu di pengaruhi oleh jalan pikiranya yang terbentuk dari pengalaman hidup sehari-hari dan pengetahuan yang terekam dalam memorinya, yang akhirnya menciptakan penafsiran yang berbeda. Demikian yang terjadi dengan orang yang membaca kitab suci tanpa tuntunan Roh Tuhan maka orang akan mengartikan hal yang tertulis hanya berdasarkan jalan pikiranya pribadi bukan berdasarkan apa yang ingin kitab suci sampaikan. Dan pikiran adalah jalan hidup bagi seseorang, pikiran yang salah akan membawanya pada jalan yang membuatnya tersesat, jika semakin jauh dan lama maka akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru sebagai buahnya yang membuatnya semakin menjauh dari kebenaran yang sesungguhnya. Dan bagaimanakah kita bisa tahu bahwa apa yang kita ketahui itu sudah sesuai apa yang disampaikan kitab suci atau tidak, tentunya ketika membaca kita suci kita punya adab aturan yang benar dengan tidak biasa membaca sepenggal-sepenggal lalu mengartikanya, tetapi baca keseluruhan dan Roh Tuhan akan membantu jalan pikiran kita bahwa ayat satu akan terhubung kemana dan artinya bagaimana sehingga tidak terjadi pertentangan antara ayat satu dengan yang lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang benar, sebab kitab suci adalah satu kesatuan tubuh yang tidak saling bertentangan, jika bertentangan tentu yang bermasalah adalah hati kita sendiri yang belum benar-benar paham dan perlu mendapat pencerahan dari Sang Empunya kitab suci itu sendiri di dalam hati kita, jangan mengarang sendiri artinya.

Dengan memahami akan hal tersebut kita akhirnya akan kembali di haruskan untuk berkomunikasi dengan Tuhan, dimana orang pada umumnya menyebut aktifitas itu dengan kata "doa". Komunikasi dilakukan agar orang dapat saling mengerti akan maksut hati masing-masing, tanpa menjalin komunikasi kita tidak akan tahu apa yang di maksut yang sebenarnya. Itulah tujuan doa itu agar kita tahu maksut dari hati Tuhan dan mendapat informasi yang tepat sehingga hati tercerahkan. Lalu bagaimana kita tahu bahwa Tuhan benar-benar telah bicara kepada kita saat kita berdoa kepadaNya, tentu untuk mendapatkan jawaban itu kita harus tahu dulu siapakah Tuhan itu, kalau kita tidak tahu bagaimana kita bisa mengenaliNya kalau itu berasal dari Dia atau itu bukan, tentu orang tidak akan bisa membedakanya bukan.

Tuhan adalah Roh : Sebagaimana pernyataan Yesus bahwa "Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam Roh dan kebenaran (yoh4:24)".   Oleh karena Tuhan adalah Roh, Tuhan keberadaanNya tidak dibatasi oleh waktu, ruang, tempat. Dia bisa ada dimanapun dan kapanpun dalam saat yang sama, Dia menciptakan langit dan bumi dengan RohNya, Dia tidak memakai jasa kuli bayaran atau mandor, tapi membuat semuanya sendiri dengan kuasaNya yang Agung itu, demikian kita mengerti bahwa Roh Tuhan sanggub menyelubungi seluruh bumi untuk melakukan karyaNya. dan mengurus kehidupan di dunia secara bersamaan dan bahkan Roh yang Agung itu sanggub melihat dan mengurus segala sesuatu yang terjadi di bumi dengan sangat detail sebagaimana jawab Tuhan kepada Ayub yang kita bisa baca pada kitab Ayub pasal 38-41, atau kita ambil satu Pasal ini untuk mewakili, dan Roh Tuhan itu juga sanggub mendiami tempat yang terbatas yaitu tubuh Yesus hanya agar yang menjadi milikNya itu dapat mengenaliNya.

Tuhan ada dalam FirmanNya : Firman Tuhan adalah pikiran Tuhan sendiri dan pikiran Tuhan adalah Pribadi Tuhan sendiri, dan pikiran Tuhan ada bersama-sama dengan Diri Tuhan sebagai Roh. Pikiran Tuhan tidak bisa dijangkau dengan badan jasmaniah tetapi dengan hal yang rohaniah yaitu hati dan hati itu wujudnya adalah dengan rasa. Ketika Firman itu menjelma jadi manusia Yesus maka tidak heran segala pemikiran dan hati Yesus adalah  sepenuhnya berdasarkan Firman itu sendiri karena itu adalah menjadi PribadiNya dan pikiranNya sendiri, mungkin hal ini sulit di pahami bagi orang yang hanya berpikir berdasarkan logika jasmaniah, tapi Tuhan adalah Roh dan dipahami dengan roh. Jika Yesus hanya sekedar manusia biasa maka Dia tidak akan sempurna tanpa dosa, tanpa cela pasti akan di temukan kelemahanNya, tapi tidak demikian kenyataanya, Dia sanggub taat sampai akhir, manusia biasa mungkin berpikir berjuta kali untuk taat dengan kerelaan mau mati dan sengsara demi menebus kesalahan penjahat yang tidak tahu diri, tapi Yesus tidak seperti itu, Dia sanggub melakukan kehendak BapaNya dimana BapaNya dan Dia adalah satu, karena Dia berasal dan keluar dari Bapa yang melaksanakan kehendak dan pikiran Bapa. Firman itu bisa ada di dalam kitab suci, Firman itu juga ada dalam diri Yesus dan Firman itu ada di dalam diri Bapa, jadi kita tidak bisa membatasi betapa besarNya Tuhan itu, dan Firman itu juga dapat tinggal di dalam hati kita yang percaya oleh karena percaya kepada Yesus yang adalah Firman itu sendiri yang keluar dari Bapa Sang Penguasa kehidupan itu.
Dengan memahami sedikit gambaran mengenai Tuhan, kita dapat lebih yakin lagi bahwa suara hati kita benar-benar dapat di dengar olehNya. oleh karena Tuhan itu maha hadir dimanapun, tidak seperti sebutir kelereng yang ketika ada pada satu tempat dia tidak ada di tempat yang lain, tetapi Tuhan ada dimanapun sebab Dia adalah Roh, dan kata Yesus, Dia dan Bapa yang adalah satu itu akan diam di dalam hati orang percaya di dalam Roh KudusNya. Jadi jangan ragu-ragu bahwa Tuhan memang mendengar suara kita yang benar-benar percaya kepadaNya dengan tulus hati.

Lalu bagaimanakah doa yang benar, apakah ada rumusan yang wajib harus melakukan ini itu? dan kita semestinya mulai dengan cara bagaimana dan sikap bagaimanakah yang mestinya ada pada kita?

Tetapmengucapkan doa kita sekalipun Dia sudah tahu : Kita tahu bahwa Tuhan itu maha tahu dan tidak ada yang tersembunyi baginya  sebagaimana di katakan dalam Mazmur139, sebagaimana Tuhan telah ada sebelum dunia dijadikan namun sebelum Dia berfirman tidak ada sesuatupun yang terjadi dan dijadikan, namun setelah Dia berfirman semua bermunculan, seperti halnya juga orang dibabtis sebagai tanda bertobatan untuk mengikut Yesus sebagai pengakuan, demikian Tuhan mau pengakuan dan pernyataan yang keluar dari diri kita, setelah itulah Tuhan akan bertindak dalam kuasaNya. Lagipula Tuhan juga sudah ajarkan jangan suka doa yang bertele-tele apalagi yang kesanya pamer-pamer karena merasa fasih berdoa dengan kata yang indah-indah, karena apa? ya karena Tuhan sudah tahu kalau kita itu mau ngomong apa, jadi tidak perlu terlalu boros kata. Lebih baik kalau masih mau ngomong ya puji sembah saja Dia, ya kan.

Memiliki kasih akan Allah : Ini merupakan hal utama dan menjadi dasar yang harus ada dalam hati kita sebelum kita mau berjalan bersama-sama dengan Tuhan, jika kita tidak punya kasih akan Allah melakukan apapun tidak akan konsisten, Jikalau kita memiliki kasih akan Allah secara otomatis apa yang akan kita lakukan adalah hal yang tidak ingin menyakiti yang kita kasihi tetapi bersikap menghargai, merendahkan diri, ucapan sopan dan menghormatiNya dengan tulus hati dan itu akan tercermin dalam setiap ucapan maupun sikap tubuh yang keluar dari dalam hati kita kepadaNya. Seperti kita tahu alasan orang mengapa selalu intens berkomunikasi dengan yang dikasihinya yang telah kita bicarakan diatas juga tentunya akan berlaku saat kita benar-benar mengasihi Allah. Kita yang memiliki kasih akan Allah tidak akan pernah merasa jenuh atau bosan jikalau berdoa setiap hari kepadaNya, bahkan itu akan terasa begitu menyenangkan bisa bersama Dia sepanjang waktu di dalam hati kita, tidak dibatasi waktu.

Mengenali Pribadi Allah : Terus belajar mengenali PribadiNya dalam kitab suci sehingga kita tahu lebih lagi akan kebenaran, sehingga saat berdoa kita tahu apa yang kita doakan tidak bertentangan dengan kehendakNya dan PribadiNya, sebab ada keselarasan hati oleh karena kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan ada di dalam kita oleh karena kita hidup di dalam FirmanNya karena kita yang mau memberi makan pikiran kita dengan Firman Allah, seperti kata Yesus "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (yoh15:7)" disini sangat jelas dikatakan memang harus ada keselarasan antara kehendak Tuhan dalam FirmanNya dengan permohonan kita. Lagipula bagaimana kita bisa memuji Tuhan dalam doa, atau mengagungkan Dia dengan rasa syukur bila kita tidak tahu bagaimana tentang Dia, tetapi dengan belajar mengenal Dia kita tahu bagaimana memuji dan mengagungkanNya, dan ucapan bahasa doa kita di dasarkan akan FirmanNya dan janjiNya yang kekal itu, sehingga kita berdoa benar-benar di dalam Dia.

Berdoa di dalam roh : Yesus beberapa kali bicara bahwa Bapa ada di tempat tersembunyiMatius6, itu oleh karena Tuhan adalah Roh maka kita harus menjumpaiNya dalam roh, dan memfokuskan perhatian kita kepadaNya bukan kita bicara namun pikiran kita melayang kemana-mana, ingat Tuhan tidak bisa di tipu karena Dia adalah Roh, Dia tahu apa yang kita pikirkan dan apa yang kita maksutkan dalam hati yang paling dalam sekalipun, jadi Tuhan tidak melihat seberapa cantik dan gantengnya kita tapi Dia melihat ada apakah di dalam hati kita. Doa tidak dibatasi waktu harus kapan dan dimana, kapanpun kita bisa menyapa Tuhan dalam segala aktifitas kita sehai-hari, tentu saja Tuhan akan senang jikalau kita selalu bergaul karib denganNya, dengan demikian sebagai wujud bahwa kita mengakui keberadaanNya dan membutuhkan Dia seperti orang membutuhkan oksigen untuk hidup, bukan hanya karena sedang butuh baru datang. Kepekaan kita mengenali Dia di dalam hati kita terasah seiring kebiasaan kita bicara dan belajar mendengarkan Dia bicara dalam hati kita, lalu bagaimanakah mendengarkan Dia? yaitu cukup kita diam dan tenang dan netral dalam artian pikiran kita tetap tertuju padaNya bukan kosong sekalipun tubuh fisik kita sedang beraktifitas itu bukan masalah namun yang terpenting adalah posisi hati kita sedang ada dimana, meskipun fisik kita diam tetapi malah melamun atau melayang entah sampai di negara mana saja ya sama saja bohong. Yesus dalam suatu kesempatan juga berkata menggambarkan tentang roh itu seperti angin yang tidak bisa di lihat namun bisa kita rasakan, demikian Roh Tuhan dapat kita rasakan maksut hatiNya yang bicara di dalam hati kita dalam rupa rasa atau juga suara yang terdengar dalam pikiran kita secara tiba-tiba dan itu menjadi kesan yang kuat di dalam kita tentunya itu bukan hasil pikiran kita sendiri karena kita sudah memposisikan pikiran kita dalam kondisi netral dengan sambil memuji Dia, semakin kita belajar menuruti kehendakNya kita akan semakin tajam mendengar Dia. Seperti kata Yesus saat pembicaraan dengan orang-orang yang menentang Dia : "Apa yang kulihat pada Bapa, itulah yang kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu(iblis) (yoh8:38)", Yesus dalam hal ini berkata kulihat pada Bapa dalam artian Dia mendengar Bapa dan tahu betul tentang apa yang sedang di lakukan Bapa di dalam diri Nya karena Yesus memang mengenal BapaNya, demikian kita harus juga belajar mengenali Dia di dalam kita, tetapi mengenai orang-orang itu tentu saja orang-orang itu tidak benar-benar menyadari jikalau iblis bicara dalam hatinya dan mengerjainya bukan, tapi itulah yang terjadi bahwa roh jahat juga bekerja dalam area pikiran manusia, dia menyuntikan pikiran-pikiran jahat dalam pikiran orang, lalu orang tersebut meresponi pikiran iblis itu dengan melakukanya karena si manusia itu sendiri setuju dengan pemikiran si roh jahat ini karena itu mengikutinya, jangan bilang si iblis itu tidak mahir mengelabuhi pikiran manusia seolah-olah itu pikiran manusia itu sendiri, dia sangat jago dan pengalaman sepanjang jaman itulah pekerjaanya, demikian juga Roh Tuhan yang kudus juga bekerja dalam area pikiran kita, namun yang dia suntikan adalah pikiran-pikiran yang baik yang membawa pada jalan keselamatan supaya manusia tidak binasa di hari pengadilan, tetapi roh jahat pasti akan di binasakan karena kejahatanya karena itu dia cari teman sebanyak-banyaknya supaya senasib denganya nanti.
Bagaimana Tuhan menjawab kita, kita tidak bisa menentukan rumusan pasti sebagai ketetapan karena memang Dia bisa berbagai cara menyatakan diriNya, melalui di luar kita atau di dalam kita, namun yang kita lakukan adalah belajar mengenali dan memahami Dia. Jawaban Tuhan akan doa biasanya dapat juga berupa ayat Firman yang tiba-tiba muncul dalam pikiran kita, yang pasti kepekaan kita dibangun seiring kita selalu intim berkomunikasi dan belajar hidup di dalam Dia. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenali PribadiNya membawa pada kehidupan

Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."  Dia sumber dari segala sesuatu Apa gunanya meninggikan diri atas apapun selain Dia, bukankah segala sesuatu bersumber dariNya dan segala apapun dibawah kolong langit adalah milik kepunyaanNya. Dia memberi sesuatu pada manusia seperti seorang ayah memberi hadiah pada anak-anaknya, lagipula bisakah manusia hidup dengan sendirinya tanpa nafas kehidupan dariNya atau apakah manusia memiliki akal dengan sendirinya bila Dia tidak memberikan hikmat pengetahuan & kebijaksanaan dalam diri seseorang maka manusia hanya menjadi mak...

MERAJUT KEBAHAGIAAN DALAM KEPERCAYAAN

Bahagia adalah suatu rasa yang ada dalam hati karena kita merasakan kebaikan terhadap suatu hal yang menyenangkan hati itu sendiri. Setiap orang berharap memperoleh kebahagiaan itu, sebab hidup tanpa kebahagiaan adalah hidup yang terasa kosong, tanpa semangat dan bahkan tidak berharap untuk hidup jauh lebih lama lagi, sebab tidak lagi memiliki motivasi yang menjadi tenaga pendorong untuk mencapai sesuatu sebagai alasan hidup. Menjadi bahagia memang bukan suatu hal yang mudah bagi seseorang bila sudah terjebak di dalam suatu masalah, apalagi masalah yang pelik dan belum ditemukan cara mengatasinya dan semakin lama masalah tersebut mengendap dan tidak terselesaikan akan semakin membebani hati dan pikiran sehingga sangat rentan menjadi stress dan depresi, dari yang awalnya sakit dalam hal rohani dapat menjalar pada sakit secara jasmani, contoh sederhananya sakit kepala karena berpikir terlalu berat. Apakah hal yang bisa mempengaruhi seseorang menjadi bahagia atau tidak? tentu sem...

YUK KITA BELAJAR HIDUP JUJUR

Pengertian Tak kenal maka tak sayang dan tak sadar maka tak melakukan, karena setiap orang berbuat berdasarkan apa yang mereka pahami. Saya punya suatu cerita : Pada suatu hari di saat cuaca yang panas datanglah seorang asing dari perjalanan yang jauh, karena cuaca yang panas itu dia beristirahat singgah di suatu tempat dan kemudian berusaha mencari air untuk bisa diminum, lalu dia melihat ada sebuah botol di dekatnya yang berisi air yang menggiurkan karena kelihatanya begitu segar jikalau diminum, tanpa basa-basi dia mengambilnya lalu meminumnya, lalu tak lama kemudian dia mati, lho kenapa bisa meninggal? ternyata di minumnya adalah air racun. Salah siapakah disini? tentu saja racun tetaplah racun, tidak ada gunanya jikalau berdebat dengan si racun dengan berharap dia kalah debat lalu dia tiba-tiba menjadi tidak berbahaya jika di minum, namun siapapun yang meminum si racun yang satu ini pasti akan mati. jadi hanya ada dua pilihan untuk menghadapi si racun ini yaitu meminumnya untu...

MEMILIKI KESETIAAN KEPADA TUHAN

Kesetiaan merupakan impian bagi setiap pasangan bukan, tidak peduli seberapa tampan dan cantiknya pasanganya namun bila terus menyakiti hati karena suka berkhianat, itu sama sekali tidak berarti lagi kan. Demikian pula hidup di dalam Tuhan selalu di tuntut kesetiaan, sebelum kita tahu apa arti kesetiaan, Tuhan sudah memberikan contoh dengan Pribadinya sendiri yang setia, setia dalam banyak hal terhadap kita. Setia memelihara kehidupan. Setia dalam segala janjiNya. Setia kepada hukum sehingga Dia adil dalam segala hal. Setia dalam mengasihi kita, berbahaya bukan, kalau Tuhan tidak setia, bisa di php kita. Kesetiaan dari pihak Tuhan sudah pasti tidak perlu diragukan lagi, apa yang telah Dia perbuat untuk kita adalah wujud nyata atas kesetiaanNya, dari Tuhan kita diajarkan banyak nilai-nilai kebaikan agar kita seturut dengan hatiNya yang setia. Ketika Tuhan mengajari kita ini itu, bukan berarti Tuhan menekan kebebasan kita akan tetapi Tuhan harus melakukan itu agar manusia...