Langsung ke konten utama

MARI KITA BELAJAR UNTUK MENJADI SABAR


Setiap orang memang memiliki karakternya masing-masing tentu semua itu juga dapat dipengaruhi oleh apa yang telah dilihat, dirasakan, didengar yang berulang-ulang dalam lingkunganya sehingga bertumbuh secara otomatis membentuk kebiasaan dan menjadi karakter pribadi sebagai respon terhadap pengaruh dari luar.

Lalu apakah kebiasaan tidak dapat dirubah? bisa dirubah ataupun tidaknya itu tergantung pada orang yang bersangkutan, karena setiap orang memiliki hati dan pikiran, selama hati dan pikiran seseorang membuka diri terhadap perubahan maka perubahan itu kapanpun bisa terjadi, namun sebaliknya bila seseorang menutup diri dan bertahan terhadap pengaruh dari luar maka siapapun tidak akan dapat mengubah kebiasaanya, entah itu kebiasaan baik ataupun buruk, jadi segala perubahan tergantung pada kesadaran diri dan kerelaan hati orang tersebut.

Apakah yang dapat membuat seseorang mau membuka diri terhadap perubahan? jawabanya karena memiliki rasa "PERCAYA", percaya terhadap pengharapan bahwa dengan belajar hal yang baru akan dapat mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Menjadi sabar apakah mungkin? bagi orang tertentu mungkin bukan suatu masalah yang berarti namun bagi orang yang lain yang memiliki masalah dalam pengendalian diri tentu ini menjadi masalah yang serius dan apalagi bagi orang yang berwatak keras, reaktif dan suka berpikir pendek tanpa pertimbangan.

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan orang tiba-tiba menjadi lebih pemarah :

  • Kecewa karena sikap orang lain
  • Harapan yang tidak terwujud
  • Putus asa
  • Kurang punya rasa empati terhadap orang lain
  • Tidak mengasihi 
  • Kelelahan
  • dll
Setiap orang memiliki alasan masing-masing mengapa tidak sabar sehingga menjadi pemarah dan pada akhirnya semuanya itu bermuara pada satu alasan yaitu "HATI YANG TIDAK BAHAGIA". 

Apakah rasa marah itu suatu hal yang haram untuk timbul dalam hati? Tentu saja marah adalah hal yang wajar sebagai reaksi terhadap situasi tertentu di luar kita terhadap hal yang tidak kita sukai, namun yang menjadi masalah utama bukan tentang marahnya karena itu reaksi yang alami, tetapi lebih kepada perbuatan yang di timbulkan sebagai luapan akan rasa marah itu sendiri.

Ada orang yang karena marah melampiaskan diri dengan menangis, mengurung diri, mengomel, membentak, memukul, merusak barang, membunuh, menyiksa diri, pada titik tertentu hingga menyebabkan depresi berkepanjangan sehingga menjadi sakit jasmani bahkan jiwa yang terganggu atau hingga fatalnya adalah bunuh diri. Karena jika masalah yang tidak segera di selesaikan dan berkepanjangan akan memberikan efek yang buruk yang berkelanjutan yang tentunya akan sangat merugikan bagi diri sendiri dan orang lain pada akhirnya.

Rasa marah yang berlebih ini tentunya menyangkut pada psikis atau pikiran dan cara menanganinya tentunya dengan pengelolaan pikiran juga, karena masalah hati dan pikiran adalah hal yang menyangkut rohani seseorang.

Lalu apakah yang harus di perbuat :

Berbahagialah
Orang yang tidak bahagia akan selalu muram dan orang yang selalu muram akan mudah sekali tersinggung jika sedikit saja diusik. Lalu bagaimanakah mungkin kita bahagia bila hati kita berduka? Yaitu mulailah belajar berpikir positif dalam segala hal dan bersyukurlah akan hidup.

Berpikir sebelum bertindak
Jangan menunggu peristiwa yang membuat kita marah itu datang, tapi saat ini juga berpikirlah sebelum bertindak, apakah dampaknya bila kita bereaksi seperti kebiasaan kita ketika sedang marah, apakah tindakan kita dapat menyelesaikan masalah, atau menambah masalah baru, apakah merugikan/menyakiti orang lain dan diri sendiri ataukah tidak, kita perlu memikirkanya dampak baik dan buruknya segala tindakan yang akan kita perbuat, jangan sampai yang kita perbuat hanya menuruti nafsu marah saja tapi malah akhirnya ketika badai berlalu hanya akan menyisakan kerusakan yang tidak akan mudah di pulihkan sediakala, sehingga hanya menimbulkan penyesalan. 

Curhat kepada Tuhan
"Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam (mazmur4:5)" tidak ada gunanya bukan , jika kita hanya berdebat dengan diri sendiri dalam hati, biar Dia yang ada di tempat tersembunyi membalas keluhan atas masalah kita dan memberikan pencerahan dalam hati kita, agar yang jahat jangan mengambil keuntungan dari situasi kita.

Berjaga-jaga
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah (mat26:41)" Kita tidak tahu kapan dan dimana lalu melalui siapa situasi yang tidak kita inginkan akan menyerang kita, karena domba tidak tahu apa-apa yang ada di sekitarnya, apakah ada serigala yang mengendap-endap yang segera mencari kesempatan menyergap, atau ada perangkap atau jalan yang tidak aman bagi si domba yang dapat mencelakainya nanti, tetapi domba yang selalu ada di dekat gembala akan selalu ada dalam pengawasanya dan selalu di pimpinya dalam segala jalan dimana si domba di gembalakan. oleh karena si jahat dapat memakai siapapun dan apapun untuk menyerang kita sehingga masalah menimpa kita dan oleh karena masalah itu hati kita di cobai dan kelemahan kita akan nampak lebih dahulu dalam diri kita, orang yang mudah marah akan segera meledak dan berbuat jahat dengan perbuatanya. Dan kita ingatlah akan hal ini ketika kemarahan itu memang sedang kita rasakan: "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa pada kejahatan. Sebab orang yang berbuat jahat akan di lenyapkan, tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri (mazmur37:8-9)".








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenali PribadiNya membawa pada kehidupan

Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."  Dia sumber dari segala sesuatu Apa gunanya meninggikan diri atas apapun selain Dia, bukankah segala sesuatu bersumber dariNya dan segala apapun dibawah kolong langit adalah milik kepunyaanNya. Dia memberi sesuatu pada manusia seperti seorang ayah memberi hadiah pada anak-anaknya, lagipula bisakah manusia hidup dengan sendirinya tanpa nafas kehidupan dariNya atau apakah manusia memiliki akal dengan sendirinya bila Dia tidak memberikan hikmat pengetahuan & kebijaksanaan dalam diri seseorang maka manusia hanya menjadi mak...

MERAJUT KEBAHAGIAAN DALAM KEPERCAYAAN

Bahagia adalah suatu rasa yang ada dalam hati karena kita merasakan kebaikan terhadap suatu hal yang menyenangkan hati itu sendiri. Setiap orang berharap memperoleh kebahagiaan itu, sebab hidup tanpa kebahagiaan adalah hidup yang terasa kosong, tanpa semangat dan bahkan tidak berharap untuk hidup jauh lebih lama lagi, sebab tidak lagi memiliki motivasi yang menjadi tenaga pendorong untuk mencapai sesuatu sebagai alasan hidup. Menjadi bahagia memang bukan suatu hal yang mudah bagi seseorang bila sudah terjebak di dalam suatu masalah, apalagi masalah yang pelik dan belum ditemukan cara mengatasinya dan semakin lama masalah tersebut mengendap dan tidak terselesaikan akan semakin membebani hati dan pikiran sehingga sangat rentan menjadi stress dan depresi, dari yang awalnya sakit dalam hal rohani dapat menjalar pada sakit secara jasmani, contoh sederhananya sakit kepala karena berpikir terlalu berat. Apakah hal yang bisa mempengaruhi seseorang menjadi bahagia atau tidak? tentu sem...

YUK KITA BELAJAR HIDUP JUJUR

Pengertian Tak kenal maka tak sayang dan tak sadar maka tak melakukan, karena setiap orang berbuat berdasarkan apa yang mereka pahami. Saya punya suatu cerita : Pada suatu hari di saat cuaca yang panas datanglah seorang asing dari perjalanan yang jauh, karena cuaca yang panas itu dia beristirahat singgah di suatu tempat dan kemudian berusaha mencari air untuk bisa diminum, lalu dia melihat ada sebuah botol di dekatnya yang berisi air yang menggiurkan karena kelihatanya begitu segar jikalau diminum, tanpa basa-basi dia mengambilnya lalu meminumnya, lalu tak lama kemudian dia mati, lho kenapa bisa meninggal? ternyata di minumnya adalah air racun. Salah siapakah disini? tentu saja racun tetaplah racun, tidak ada gunanya jikalau berdebat dengan si racun dengan berharap dia kalah debat lalu dia tiba-tiba menjadi tidak berbahaya jika di minum, namun siapapun yang meminum si racun yang satu ini pasti akan mati. jadi hanya ada dua pilihan untuk menghadapi si racun ini yaitu meminumnya untu...

MEMILIKI KESETIAAN KEPADA TUHAN

Kesetiaan merupakan impian bagi setiap pasangan bukan, tidak peduli seberapa tampan dan cantiknya pasanganya namun bila terus menyakiti hati karena suka berkhianat, itu sama sekali tidak berarti lagi kan. Demikian pula hidup di dalam Tuhan selalu di tuntut kesetiaan, sebelum kita tahu apa arti kesetiaan, Tuhan sudah memberikan contoh dengan Pribadinya sendiri yang setia, setia dalam banyak hal terhadap kita. Setia memelihara kehidupan. Setia dalam segala janjiNya. Setia kepada hukum sehingga Dia adil dalam segala hal. Setia dalam mengasihi kita, berbahaya bukan, kalau Tuhan tidak setia, bisa di php kita. Kesetiaan dari pihak Tuhan sudah pasti tidak perlu diragukan lagi, apa yang telah Dia perbuat untuk kita adalah wujud nyata atas kesetiaanNya, dari Tuhan kita diajarkan banyak nilai-nilai kebaikan agar kita seturut dengan hatiNya yang setia. Ketika Tuhan mengajari kita ini itu, bukan berarti Tuhan menekan kebebasan kita akan tetapi Tuhan harus melakukan itu agar manusia...